Langsung ke konten utama

Pelajaran dari Bali : Part 1

Alhamdulillah :D... Setelah 5 hari dideportasi (baca : piknik) di Bali... Akhirnya kemarin (kamis 15 maret 2012) aku menginjak tanah Jawa sekaligus tidur ditempat yang 'semestinya' yaitu tempat tidur...

Oke, banyak kisah suka, sedih, awkward moment, atau yang lainnya banyak tercipta saat study tour ini... Yang tentunya tak bisa kuceritakan semuanya....

So, aku tak akan menceritakan perjalananku di Bali, namun akan ku berikan 'pelajaran-pelajaran berharga' yang ku dapat setelah dari Bali

-----------------------------------------------
||====== Pelajaran dari Bali ======||
-----------------------------------------------
Part 1


1. Eek lah sebelum berangkat, secara tuntas
2.  Di awal perjalanan janganlah sekali-kali memperlihatkan persediaan makanan anda
3. Jika anda ingin atau terpaksa memakan milik anda, usahakan jangan sampai membuat banyak suara
4. Segera ambil posisi jika anda mendengar suara 'krek' (makanan dibuka) dari salah satu teman
5. Jika anda in out of position, usahakan anda berbicara "Hayo, bokonge podo neng jok, sing ora neng jok ora oleh halad"
6. Saat anda sedang mengambil makanan teman, ambillah sebanyak-banyaknya, karena kesempatan tak akan datang dua kali
7. Jika anda bukan penikmat need for speed atau bahkan menentangnya, sangat dianjurkan untuk tidak duduk di depan (dekat kaca bus), karena anda akan dibawa ke dunia need for speed oleh driver bus
8. Jika anda penikmat musik sejati, sangat dianjurkan untuk duduk di sebelah depan atau tengah bus, karena jika duduk di belakang, anda hanya akan dapat ampasnya (baca : bassnya) saja
9.  Tempat duduk paling nikmat di bus tepat berada di kiri pintu belakang
10. Tempat duduk paling menyedihkan berada di belakang sendiri kursi 2 & 5 (dihitung dari kiri)
11. Jangan sekali-kali menggunakan manual focus saat memfoto di bus, karena itu bagaikan bergulat melawan gajah... eh
 12. Jangan sekali-kali membuka mulut saat tidur, karena itu hanya akan 'menyiksa' anda
13. Jika terpaksa tak bisa menutup mulut saat tidur, tutuplah muka anda dengan jas alma
14. Atau jika anda tak bisa tidur sedangkan teman-teman anda bisa, janganlah berkecil hati, justru anda akan jadi pemenang di bus
15. Saat anda terjaga sendirian, segeralah menyiapkan camera digital dan 'beraksilah' 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GalMis

Galmis... Ya... Galau Akademis... Kok aku banget?? Disaat temen" pada udah menentukan mau dibawa nasib mereka sehabis lulus SMA ini... Aku masih ndodok garuk" pala bingung mau kemana... naaah -,-... Mesti kalau ada yang nanyain "besok dayat mau masuk kemana?" aku hanya tersenyum sambil mengeluarkan tawa 'terpaksa' dan melihat benda-benda sekitar berharap ada yang bisa digunakan untuk mengalihkan perhatian... Dan sialnya, setiap ditanyain begitu, selalu tak ada benda yang mencolok mata... walhasil, hanya ketawa kecut sambil berkata "masih bingung nih.. hehe"... Tapi faktanya yang menarik adalah... setiap aku ditanyain begitu dan aku njawabnya juga dengan begitu... Kemudian mungkin karena rasa iba, mereka yang nanyain aku tadi, nyaranin masuk KU aja... haaaah -,-... edan wae masuk KU... Mlebu Rumah Sakit we ra kuat aku (sang penulis memang agak 'weng'... masuk rumah sakit aja rada takut :o) ... Alasan mengapa aku cocok masuk KU menur...

Taufik Hidayat was reborn

 Hi all. Here with me again :) Alhamdulillah, after some years, last night I've played badminton again. ------------------------------------------------------------------------------------------------     Sebuah kerandoman yang hakiki. Malam jumat bukannya beribadah melaksanakan sunnah dengan mahramnya (maaf, memang belum punya haha) malah bemain badminton dengan rekan kerja. Ya, sedikit bersyukur kemarin sore hujan sendu turun mengguyur sore kota jogja, sehingga menyurutkan niat untuk pulang tepat waktu. Daripada kehujanan dengan pulang ke rumah, maka aku memutuskan untuk mengiyakan ajakan teman bermain badminton jam 8 malam nanti.     Setelah dinner, kami bergegas untuk menuju lapangan badminton yang ternyata jaraknya tidak lebih dari 2 km dari kantor, cukup dekat. Sedikit mengamati nama lapangan ini, mengandung merk sebuah franchise rumah makan steak commercial ternama di Jogja dan embel-embel "badminton academy" di belakangnya. Jika bisa menerka-nerka mungki...

Mudik

Hai blops!! hehe :D ... aku baru aja pulang dari mudik nih... meski mudiknya hanya di klaten... Oh iya, di hari yang fitri ini, sebelumnya aku mau minta maaf yang sebesar-besarnya kepada mas/mbak blops kalau sering banyak kesalahan kata atau banyak ngrasani di blog ini atau malah terlalu banyak mengekspos kegantengan.. huehue :p... Mugi-mugi kalepatan kula lan panjenengan saged dilebur ing dinten riyadi punika . Amiin :D (artinya?... Semoga Dayat lebih ganteng.. Amiin :D) Sekarang, sekedar intermezzo saja... Nah, biasanya kalau sehabis sholat ied, kita makan opor (lho?)... maksudnya setelah makan-makan opor itu, njuk melakukan ritual sungkem kepada yang lebih gede (alias yang diajeni)... kepada orang tua atau ke tetangga-tetangga... Nah tahu nggak kalau sungkem tu sebenarnya sangat bermanfaat bagi kita2 anak remaja... Selain melebur dosa2 antara yang sungkem dan disungkemi, kadang dalam sungkeman, sering yang disungkemi mendoakan yang sungkem berbagai macam, seperti kepinteran,...