Langsung ke konten utama

Harapan Kosong

Tergeletak sebuah handphone ber'kondom' biru di atas meja...
Kuambil handphone itu, dan kubuka kuncinya...
Kupencet tombol tengah di bawah handphone...
Seketika layar memunculkan menu...
Kupencet 'Musik'...
Dan (kembali) kupencet 'Semua Lagu'...
Kugeser-geser sampai berhenti di sebuah lagu...

Ungu - Disini Untukmu

seandainya kau tau
betapa
ku sangat inginkan dirimu
seandainya kau tau
apa yang
ada di dalam isi hatiku

akankah bisa ku nyatakan
rasa cinta dalam hatiku
dan apakah bisa ku nyatakan
bahwa kaulah yang terindah
untukku…

masih disini menantimu
berharap kau akan memikirkanku
masih disini menunggumu
menanti jawaban atas cintaku

masih disini menantimu
berharap cinta kita kan bersatu
masih disini menunggumu
menanti dirimu kembali
untuk ku…



Ya... Kemudian aku berfikir tentang lirik berwarna merah itu...
namun aku segera sadar dan menyadari bahwa...
itu hanya HARAPAN KOSONG belaka...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GalMis

Galmis... Ya... Galau Akademis... Kok aku banget?? Disaat temen" pada udah menentukan mau dibawa nasib mereka sehabis lulus SMA ini... Aku masih ndodok garuk" pala bingung mau kemana... naaah -,-... Mesti kalau ada yang nanyain "besok dayat mau masuk kemana?" aku hanya tersenyum sambil mengeluarkan tawa 'terpaksa' dan melihat benda-benda sekitar berharap ada yang bisa digunakan untuk mengalihkan perhatian... Dan sialnya, setiap ditanyain begitu, selalu tak ada benda yang mencolok mata... walhasil, hanya ketawa kecut sambil berkata "masih bingung nih.. hehe"... Tapi faktanya yang menarik adalah... setiap aku ditanyain begitu dan aku njawabnya juga dengan begitu... Kemudian mungkin karena rasa iba, mereka yang nanyain aku tadi, nyaranin masuk KU aja... haaaah -,-... edan wae masuk KU... Mlebu Rumah Sakit we ra kuat aku (sang penulis memang agak 'weng'... masuk rumah sakit aja rada takut :o) ... Alasan mengapa aku cocok masuk KU menur...

Taufik Hidayat was reborn

 Hi all. Here with me again :) Alhamdulillah, after some years, last night I've played badminton again. ------------------------------------------------------------------------------------------------     Sebuah kerandoman yang hakiki. Malam jumat bukannya beribadah melaksanakan sunnah dengan mahramnya (maaf, memang belum punya haha) malah bemain badminton dengan rekan kerja. Ya, sedikit bersyukur kemarin sore hujan sendu turun mengguyur sore kota jogja, sehingga menyurutkan niat untuk pulang tepat waktu. Daripada kehujanan dengan pulang ke rumah, maka aku memutuskan untuk mengiyakan ajakan teman bermain badminton jam 8 malam nanti.     Setelah dinner, kami bergegas untuk menuju lapangan badminton yang ternyata jaraknya tidak lebih dari 2 km dari kantor, cukup dekat. Sedikit mengamati nama lapangan ini, mengandung merk sebuah franchise rumah makan steak commercial ternama di Jogja dan embel-embel "badminton academy" di belakangnya. Jika bisa menerka-nerka mungki...

Mudik

Hai blops!! hehe :D ... aku baru aja pulang dari mudik nih... meski mudiknya hanya di klaten... Oh iya, di hari yang fitri ini, sebelumnya aku mau minta maaf yang sebesar-besarnya kepada mas/mbak blops kalau sering banyak kesalahan kata atau banyak ngrasani di blog ini atau malah terlalu banyak mengekspos kegantengan.. huehue :p... Mugi-mugi kalepatan kula lan panjenengan saged dilebur ing dinten riyadi punika . Amiin :D (artinya?... Semoga Dayat lebih ganteng.. Amiin :D) Sekarang, sekedar intermezzo saja... Nah, biasanya kalau sehabis sholat ied, kita makan opor (lho?)... maksudnya setelah makan-makan opor itu, njuk melakukan ritual sungkem kepada yang lebih gede (alias yang diajeni)... kepada orang tua atau ke tetangga-tetangga... Nah tahu nggak kalau sungkem tu sebenarnya sangat bermanfaat bagi kita2 anak remaja... Selain melebur dosa2 antara yang sungkem dan disungkemi, kadang dalam sungkeman, sering yang disungkemi mendoakan yang sungkem berbagai macam, seperti kepinteran,...