Langsung ke konten utama

Postingan

Negeri Penghujat Hujan

18 Oktober 2013 Sumpah serapah menggumam keluar dari mulut saya sore ini. Saya tak habis pikir mengapa bisa lupa. Hari ini, hari jum'at. Mestinya saya tahu bahwa jam-jam menjelang sore, jalanan pasti padat. Padahal saya sudah menterlambat-terlambatkan perjalanan menuju kosan teman. Hari ini adalah hari pertama makrab PHPT. Secara jadwal, mahasiswa PHPT 2013 sudah diharuskan datang ke PTF sebelum jam 3 sore untuk selanjutnya diangkut ke lokasi makrab. Sekarang jam berapa? Masih jam 2. Waktu Indonesia Ngaret.* Sambil memutari setengah lingkaran bundaran MGU dengan motor, saya mendongak keatas. Perbendaharaan sumpah serapah yang keluar dari mulutpun semakin lengkap. Terlihat disana, di atap langit, awan hitam menggantung mengejek kepada setiap insan di bawahnya seakan ia memliki kuasa atas kebahagiaan mereka. Dan memang ia memilikinya. Menyadari hujan akan tumpah, sayapun memacu motor meliuk-liuk diantara semrawutnya jalanan di depan RS ADSEHTEB. Akhirnya rasa lega mengaliri setia...

Kopi Panas Rasa Dingin

Kopi panas rasa dingin. Salah satu produk minuman terbaru yang sedang gencarnya diiklankan di tv. Saya sempat kaget ketika pertama kali melihat iklan tersebut. Karena sejujurnya, menurut saya, nama produk tersebut (kopi panas rasa dingin) bila dipahami dari sudut pandang yang berbeda, sesungguhnya lebih menyerupai sarkasme. Di pelajaran bahasa jawa juga ada hal seperti itu pula. Tapi aku lupa namanya. Sebagai contoh, polahe anteng kitiran (lakunya diam seperti baling-baling). Kita tahu bahwa baling-baling tak pernah diam, selalu bergerak karena angin. Bahkan bergeraknya tak sembarang bergerak, pergerakan yang penuh keagresifitasan (?). Lalu mengapa 'kitiran' disandingkan dengan kata 'anteng' yang berarti sangat kontradiktif yaitu diam? Tak lain dan tak bukan hanya untuk menciptakan sebuah penyindiran yang.. menyakitkan. Nah, sekarang kita baca ungkapan 'kopi panas rasa dingin', sama seperti contoh tadi kan? Jadi, apakah pembuatan produk 'kopi panas rasa ding...

Fakta Kuliah : Tentang Nilai

Malam blopps.. untuk kesekiankalinya aku menyapa dengan 'lama tak berjumpa'. Sudah sempurna melewati detik-detik menegangkan mengerjakan UAS pertama di kuliah nih. Tetapi, sesungguhnya detik-detik yang lebih menegangkan sudah menanti. Yaitu detik-detik menerima IP perdana. Omong-omong, karena teringat IP, kali ini aku ingin membahas tentang penilaian saat kuliah, faktanya. ya, faktanya. Fakta Kuliah : Tentang Nilai Apa itu nilai?. Dalam konteks ini, menurutku nilai adalah indikator seberapa mampu mahasiswa menguasai sebuah mata kuliah. Namun ironinya, tak semurni itulah nilai menjadi indikator kemampuan mahasiswa. Faktanya tak sedikit mahasiswa yang menghalalkan berbagai cara hanya untuk mendapat nilai bagus. Seperti contohnya, banyak mahasiswa yang menyontek saat UAS. Hal ini mengakibatkan nilai tak mampu menjadi indikator yang valid kemampuan mahasiswa tersebut karena nilai yang diperolehnya bukan 100% dari pekerjaannya. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang ni...

Butuh Pembiasaan

Aku merasa masih sangat butuh pembiasaan. Ternyata menerima yang baru dan melepaskan yang terlalu terkenang tak semudah membalik telapak tangan. Sudah tidak ada si A, si B, si C maupun yang lain-lain, yang biasanya selalu berada ditempatnya. Itu semacam meraba-raba sesuatu yang tadinya ada, tetapi sekarang hanya meraup udara kosong. Dan mengisi kekosongan ganjil itu tak semudah yang sebelumnya aku bayangkan. Ah, sesungguhnya aku kangen kalian semua teman. Beruntunglah aku punya teman seperti kalian.

Twitter

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya. Atau lebih tepatnya hanya aku yang bertanya-tanya. Sebenarnya, apa sih fungsi utama twitter itu? Banyak orang befikir, ngapain sih hal seperti itu dipertanyakan, dipermasalahkan, diperdebatkan, toh nggak ada faedahnya, nggak bisa buat hidup... dan aku juga kadang berfikir seperti itu. Tapi melupakan pertanyaan seperti itu justru semakin menggodaku untuk memikirkannya dan mungkin menjawabnya. Setiap jengkal materi di dunia ini diciptakan oleh Allah SWT pasti ada alasannya. Semisalnya, sehina-hinanya makhluk seperti belatung diciptakan, tetap belatung punya alasan untuk berada di dunia fana ini. Belatung diciptakan untuk mengurai jasad-jasad renik, selain itu, belatung diciptakan untuk sering menjadi bintang film dalam sinetron-sinetron religi yang butuh mendramatisir azab Allah SWT. Nah, sama halnya dengan belatung, twitter dibuat karena ada alasannya. Dan, alasan AWALNYA adalah sebagai sarana penyebaran informasi secara cepat. Sekarang, ag...

Fakta KULIAH

Malam blops :). Maaf sudah lama tak bisa jumpa, tampaknya kesibukan di segala bidang telah merenggut waktu saya, termasuk salah satunya adalah aktivitas 'PERKULIAHAN'. Kenapa saya beri tanda petik? Karena saya juga sebenarnya tidak yakin apakah saya sudah 'KULIAH' atau belum. :| . Tapi, gregetnya sudah terasa sih. Di beberapa waktu dan tempat sudah terasa bedanya dengan SMA. Oke, disini saya akan share beberapa fakta KULIAH yang telah saya rangkum selama 2 minggu studi di TPHP UGM. Fakta KULIAH: 1. Meja-semu-kursi-yang-tak-asik Sebagian besar orang di dunia ini pasti sudah familier dengan meja-semu-kursi-yang-tak-asik. Ya, sebuah tempat duduk yang mempunyai satu lengan kanan digunakan untuk tempat mencatat. Setiap perguruan tinggi pasti menggunakan jasanya, jika tidak.. berarti .. menyenangkan. Jujur, aku sangat tak menyukai tempat duduk itu. Karena tak asik. Tak bisa bermanuver selayaknya seperti di SMA. Dulu meja SMA bermuka lebar cocok sekali untuk manuver tidu...

XI IPA 7 Part I

Siang blops :D Sebenarnya kurang lebih satu tahun lalu, aku sudah berkeinginan untuk membuat post ini. Entah kenapa, mungkin, karena rutinitas kelas 3 yang menguras tenaga dan pikiran atau kelabilan mood atau kejombloan yang sudah mengerak akhirnya pembuatan post baru akan terlaksana siang ini atau kurang lebih satu tahun berikutnya. XI IPA 7 Sebelas ipa tujuh, salah satu tahapan dari hidupku, yang kuakui, merupakan salah satu tahapan yang terindah :) *cieeeh. Sementara, SEPATU (SEbelas iPA TUjuh) adalah nama celukannya dan singkatannya yang menurutku sudah terlalu mainstream :|. Dianggotai oleh orang dari bermacam-macam suku, agama (eh, islam semua deng :| ), ras, dan antar golongan tersebar mulai dari kelas X1 sampai X9, SEPATU akhirnya menjelma menjadi kelas yang.......... ramasyuk X))) AWAL MULA Hari pertama masuk sekolah sebagai murid kelas XI, sebagai orang yang sarat dengan firasat mendekati kebenaran (serius ini, baca post post sebelumnya), aku membaca daftar nama kelas...